• About
  • Sitemap
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact

Hidayat El Shirazy

Catatan Hati Seorang Pengembara Kehidupan

  • Home
  • Contact
  • About
Home » Uncategories » Takdir, Allah, dan Setan

Takdir, Allah, dan Setan

Dalam sebuah riwayat diceritakan ada tiga orang santri dengan seorang kyai sedang bercakap-cakap. Tiga orang santrinya mempunyai keisengan ingin mendebat kyainya.
Salah seorang santri berkata "Wahai Kyai. Kita semua tahu bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah sudah ditentukan oleh Allah SWT. Orang yang baik karena takdirnya juga baik. Orang jahat kenapa dia jahat karena memang taqdirnya juga jahat. jadi sebenarnya kita berbuat macam-macam pun sudah takdir kita kan Kyai..?"
Sang Kyai hanya bergumamam, "Oh..gitu ya.., kalian berdua apa pertanyaan kalian?"
Salah seorang santrinya maju bertanya, "Begini Kyai, Sebenarnya saya ini penasaran pengen lihat Allah..kok katanya Allah itu ada tapi saya kok ga pernah lihat, begitu kyai.."
"Hmmm..begitu. Kamu apa yang mau kau tanyakan?"
"Begini kyai..katanya setan itu kan terbuat dari api, lalu kalau ada manusia berbuat maksiat ancamannya nanti masuk neraka, padahal neraka kan katanya juga terbuat dari api. artinya orang yang beruat maksiat kan temennya setan dan dimasukkan ke dalam neraka, semuanya kan terbuat dari api, jadi yang namanya temen pasti sahabatan dong, ga panas juga kan kyai..malah enak dong..banyak temennya di neraka..biduan biduan kan malah cantik-cantik."

Sang kyai hanya manggut-manggut. Justru membuat penasaran dan gemes tiga santrinya. mereka bertiga merasa menang karena berhasil mengalahkan debat dengan kyai, karena ekspresi kyai hanya manggut-manggut doang. Semakin penasaran melihat moment ketidakberdayaan sang kyainya. Mereka bertiga kompak memaksa kyai untuk memberi penjelasan seolah-olah mereka penasaran pengen tahu jawaban padahal mereka menunggu saat terendah kyai. "Jawab dong kyai..jangan diam aja, apakah pernyataan kami benar?"

Tiba-tiba sang kyai berucap, "Kalian semua mau tahu jawabannya?"
"Tentu dong kyai"
"Tunggu sebentar ya.."
Kemudian sang kyai berlalu. Sesaat kemudian beliau muncul lagi dan langsung melemparkan segenggam tanah kering ke muka ketiga santrinya. Mereka semua kaget tak mengira kyainya akan berbuat sekasar itu kepda mereka.
Sambil teriak-teriak mereka pertanggung jawaban kyai "Kyai ini apa-apaan sih..kok berlaku curang ke kami, kami ini muridmu, kenapa kau berbuat sekasar ini, tidak bermoral kyai ya.."
Tetapi sang kyai diam seribu bahasa dan meninggalkan mereka.
Tiga orang santri itu kemudian mengadu kepada kodhi (hakim) dan mencaritakan pengalamannya dengan sang kyai untuk minta keadilan. Singkat cerita terjadilah persidangan perkara pelemparan tanah kering kyai terhadap ketiga santrinya. setelah selesai pembelaan dari para korban,dan pembacaan tuntutan kepada sang kyai, tibalah waktunya sang kyai memberi penjelasan atas tindakannya (Moral reasoning).
"Begini Kodhi, katiga santriku ini menanyakan tiga hal :
1. bahwa segala sesuatu di dunia ini adalah takdir, sehingga kalau dia meminta keadilan kepadamu katakan kepadanya bahwa sudah takdirnya bahwa suatu saat dia akan mendapat perlakuan begitu, sudah takdirnya dia dilempar oleh kyainya dengan tanah kering. lalu kenapa dia masih minta keadilan, bukankah itu juga takdir. sehingga saya ga bersalah kan?"
2. santri saya yang kedua, menyangsikan akan keberadaan Allah. dia ingin sekali melihat Alla karena dia sangat penasaran. nah ketika saya melemparinya dengan tanah kering itu sebenarnya saya ingin menunjukkan kepadanya bahwa Allah itu memang ada. coba Kodhi tanyakan kepadanya apakah dia merasa sakit? pasti sntri kedua akan menjawab sakit. kemudian tanyakan kepdanya lagi, apakah dia melihat yang namanya sakit? pasti jawabannya tidak melihat. itu artinya rasa sakit hanya bisa dirasakan tetapi bukan untuk dilihat. sama hal nya dengan Allah..Allah itu tidak bisa dilihat tetapi bisa dirasakan keberadannya. bukti-buktinya banyak dan sangat jelas. sehingga ga perlu dipertanyakan lagi.
3. santri ketiga saya mananyakan bahwa setan, neraka, dan orang yang berbuat maksiat sama-sama kan dimasukkan ke dalam neraka yang terbuat dari api. kalau sama-sama terbuat dari bahan baku yang sama maka mereka adalah sahabatan, berteman, sehingga mereka tidak akan merakan sakit ketika dibakar di neraka. Makanya saya buat perbandingan, santri saya kan manusia yang terbuat dari tanah, kemudian saya lempari mereka dengan tanah, kenapa mereka kesakitan dan teriak-teriak minta perlindungan dan suaka kepada Kodhi, padahal kan sama-sama terbuat dari tanah, seharusnya ga akan merasa sakit dong..untung cuma dengan tanah saya melempari merke bertiga, coba kalau saya melemparinya dengan batako atau batu bata..apakah mereka akan tahan dan merasa sahabatan atau berteman dengan batako dan batu bata tersebut?"

Semua yang hadir dalam persidangan terdiam dan mencerna reasoning pak kyai, dan mendapatkan kepahaman tentang keadilan yang dituntutkan oleh ketiga santri tersebut. sang kodhi pun manggut-manggut membenarkan pemahaman kyai. sehingga hasil akhir persidangan memutuskan kyai bebar dari segala tuntutan atas ketiga santrinya tersebut. Ketiga santri itu kemudia minta maaf kepada kyai. mereka tersadar bahwa niat buruknya langsung mendapat jawaban dari Allah langsung dirassakan di dunia, tanpa harus ditangguhkan sampai di akhirat.
Maha benar Allah..memberi kepahaman dengan banyak kisah dan pengalaman. Semoga riwayat ini dapat menambah pengetahuan dan memperkuat keyakinan kita kepada Hukum Allah. Amin
Posted by Hidayat El Shirazy on Rabu, 10 Juli 2013 - Rating: 4.5
Title : Takdir, Allah, dan Setan
Description : Dalam sebuah riwayat diceritakan ada tiga orang santri dengan seorang kyai sedang bercakap-cakap. Tiga orang santrinya mempunyai keisenga...

Share to

Facebook Google+ Twitter

0 Response to "Takdir, Allah, dan Setan"

Posting Komentar

Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Entri Populer

  • DAHSYATNYA SEDEKAH
  • Untuk Sukses Butuh DUIT
  • Selamat Datang Blogger
  • Takdir, Allah, dan Setan
  • Ippho Santosa - Pintu Rezeki

Arsip Blog

  • ►  2015 (3)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ▼  2013 (2)
    • ▼  Juli (1)
      • Takdir, Allah, dan Setan
    • ►  Juni (1)

About Me

Hidayat El Shirazy
Lihat profil lengkapku
Copyright © 2012 Hidayat El Shirazy - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Powered by Blogger